Kamis, 21 Agustus 2014

Saksi Sejarah yang Membanggakan

Kemarin (21082014) hasil keputusan MK telah dibacakan.
Perangkat negara mulai mempersiapkan pergantian kepemimpinan.
Menuju Indonesia baru yang selalu engkau dengung-dengungkan.
Salam 3 jari = Persatuan Indonesia engkau katakan.

Ada secercah harapan menapaki Indonesia yang lebih baik kedepan
Tidak mungkin engkau-Presiden dan wakil Presiden mengerjakannya sendirian.
Dalam derap langkah kita bersama merapatkan barisan.
Membangun kejayaan negeri Indonesia yang membanggakan.

Dengan bangga dan syukur pada Pencipta ku ungkapkan
Di generasi kami engkau hadirkan
Melihat dan menjadi pelaku sejarah baru negeri yang dipulihkan

Bosan dan muak rakyat melihat janji yang hanya terucapkan.
Selalu muncul pertanyaan kapan negeri ini akan diubahkan.
Tapi engkau membangun kepercayaan kami bahwa bangsa ini memiliki harapan
Terima kasih Tuhan, dengan bangga sejarah bangsa ini kepada anak cucu kami ceritakan

Rabu, 23 Juli 2014

Pendidikan di tengah Kemerdekaan Indonesia ke-69

Beberapa waktu lalu penulis melihat tayangan televisi melalui siaran Kick Andy-Metro TV. Kali ini mengupas tentang para penggiat pendidikan di Indonesia. Sebenarnya saat itu, penulis tertarik karena cuplikan tokoh pendidikan, Anies Baswedan-penggagas program Indonesia Mengajar. Selain itu, penulis mengagumi beliau saat menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK tanpa ingin mendapat imbalan apa-apa."orang baik harus didukung"-demikian kata beliau.

Tapi yang tidak kalah menarik melihat para penggiat pendidikan ini adalah oranmg-orang yang berada di bawah naungan Wahana Visi Indonesia (sebuah LSM asing yang berkonsentrasi dengan masalah anak)-dimana penulis mendoakan untuk bisa terlibat didalamnya dan bergabung menjadi salah satu karyawannya.

Dalam acara tersebut, ditampilkan seorang tokoh bernama Marthen Sattu Sambo seorang penggiat pendidikan di tanah Papua. Dikisahkan mengenai perjuangan beliau semenjak kecil yang lahir dan bertumbuh dari sebuah desa kecil di Tana Toraja, sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan dengan kondisi yang miskin. Salah satu kisah beliau dimana akan melanjutkan kuliah dengan mendapat beasiswa di UKSW jurusan Fisika namun karena tidak memiliki biaya bersama dengan seorang temannya meminjam uang sebesar @Rp. 50.000,- kepada salah seorang guru Fisika di desa mereka. Ada pula kisah dimana beliau karena tidak memiliki biaya hidup harus mengajar les kemudian tidak makan hampir 2 hari (hanya minum air putih) dan makan kerupuk setelah menemukan uang recehan sebesar Rp.500,- dan akhirnya harus masuk Rumah sakit dan di opname karena lemas. Sejak awal keluarganya tidak mendukung untuk beliau untuk melanjutkan studi tetapi beliau berjuang dan akhirnya bisa menyelesaikan studi dengan nilai sangat memuaskan. Karena mendapat banyak pertolongan dari orang-orang disekitar beliau sehingga Marthen membaktikan diri kepada bangsa ini di sektor pendidikan dan akhirnya bergabung dengan Wahana Visi Indonesia di tanah Papua. Ini hanyalah secuil kisah tentang seorang anak muda yang prihatin dengan kondisi pendidikan di tanah pendidikan.Seorang patriotik yang "sempat mencuat" melalui televisi diantara beratus-ratus bahkan mungkin ribuan orang yang berjung untuk memajukan pendidikan di tanah Republik Indonesia ini tapi tidak nampak dalam layar televisi. Salah satu yang pernah kita kenal adalah "Butet Manurung" yang membaktikan dirinya mengajar bagi Suku Anak Dalam di kepulauan Borneo. 
Penulis sempat berpikir tentang pendidikan di Republik ini. Didalam UUD 1945 pasal 28 C ayat 1 dikatakan bahwa : Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Namun apakah setiap rakyat Indonesia mendapatkan haknya di biang pendidikan dan memperoleh manfaat dari iptek agar kualitas hidupnya meningkat??
Realita yang banyak menguak di media sudah seringkali kita lihat adalah kualitas bangunan sekolah yang tidak layak, minimnya tenaga pengajar, minimnya fasilitas pendidikan seperti komputer, dan lain-lain. Tentu saja kondisi seperti ini sulit didapatkan di daerah perkotaan dan akan banyak ditemui di daerah terpencil yang sulit terjangkau oleh jalur transportasi. Sekali lagi, penulis bersyukur untukTuhan yang menghadirkan orang-orang seperti Marthen Sattu yang rela meninggalkan kenyamanan hidupnya, rela meninggalkan kampung halamannya untuk anak-anak di tanah Papua yang tidak semuanya mengenyam pendidikan sehingga kulitas hidup anakanak Papua nantinya akan seperti anak-anak di tanah Jawa.
UUD negara kita secara tertulis mendefinisikan makna adanya pendidikan terhadap anak-anak salah yaitu meningkatkan kualitas hidup demi kesejahteraan umat manusia. Hal yang paling mendasar dari pentingnya pendidikan adalah meningkatkan kualitas hidup. Mengapa penulis berkata demikian?? Hal ini dikarenakan pendidikan menolong orang untuk menggunakan akal dan pikirannya secara benar. Setiap orang dianugerahi pikiran dan akal budi bukan? Tetapi banyak orang yang berakal budi tetapi tidak dipergunakan dengan benar dan mengabaikan nilai-nilai pendidikan moral. Kualitas hidup yang penulis maksud disini bukanlah melulu masalah duit melainkan hidup yang berkualitas. Berkualitas bagi diri sendiri dan berkualitas bagi orang lain.Dengan kata lain memberi dampak.
Setelah berkualitas, maka akan memberi kesejahteraan bagi umat manusia. 
Lihat saja damapak pendidikan membuat manusia untuk mencipta "sesuatu". Menciptakan sesuatu agar berguna bagi seluruh umat manusia. Jika sebuah negara mendidik warga negaranya memeras otak untuk menciptakan inovasi maka rakyat terbiasa untuk "memeras" otaknya sehingga menjadi "rakyat" yang tangguh. Sebut saja Jepang. Negara ini hampir setiap tahu harus mengalami tsunami hebat yang meluluhlantahkan kota-kotanya sehingga sarana prasarana umum di kotanya juga "hancur" seperti jembatan, gedung-gedung, dsb. Karena secara geografis daerah ini memang adalah daerah yang selalu mengalami tsunami. Namun, dengan kondisi seperti ini lahirlah para insinyur-insinyur "tangguh" yang memanfaatkan otaknya membangun infrastruktur kota yang mampu bertahan di tengah guncangan tsunami. Mereka terus berinovasi setiap tahunnya untuk berjuang. Dan hal ini mendidik jiwa tangguh mereka.
Hal ini tentu saja tidak dapat dikerjakan oleh negara. Perlu ada peran aktif dari masyarakat untuk ambil bagian dalam pendidikan ini. Banyak hal bisa dikerjakan dalam memajukan pendidikan Indonesia. Mulai dengan lingkungan keluarga dengan mendidik anak-anak (jangan hanya berharap pada pendidikan formal di sekolah), mendukung program anak asuh dengan manjadi donatur atau menjadi orang tua asuh, atau menjadi tenaga pendidik seperti program Indonesia Mengajar, dsb.
Kita merindukan bahwa Indonesia menjadi negara yang maju dikarenakan sistem pendidikan yang berkembang. Mulailah dari lingkungan yang ada disekitar kita.

Senin, 16 Juni 2014

Gereja Musik atau Gereja Firman!!!

Pada umumnya semua orang senang dengan musik apapun genrenya. Mulai dari yang akustik, klasik, pop, jazz, sampai yang beraliran cadas seperti rock. Musik mampu membawa pendengarnya kepada suasana yang penulis lagunya bahkan seringkali mampu "mewadahi" suasana hati pendengarnya.
Musik pun menjadi bagian penting dalam sebuah ibadah gereja maupun persekutuan. Allah senang dengan musik dan pujian sehingga Allah memberikan talenta musik dan puji-pujian kepada manusia untuk memuji Allah dan untuk mengekspresikan dirinya seperti Daud.
Musik yang mendukung ibadah akan sangat menolong jemaat untuk mengarahkan hatinya kepada Tuhan. Sehingga seringkali gereja sedemikian rupa mengemas pujian begitu rupa untuk membawa suasana hati jemaat bahkan dengan audio visual yang sangat baik.
Namun ketika memilih sebuah gereja, apakah kita memilihnya karena musik yang terbaik atau karena mengajarkan Alkitab dengan baik??

Musik itu penting, pujian itu baik namun kita tidak bisa  bertahan dalam iman tanpa Firman Allah karena melalui Firman kita bisa masuk dalam relasi dengan Sang Pencipta.
Musik memiliki kekuatan besar untuk menghasilkan emosi, sehingga seringkali kita bisa menjadi sangat kagum dan terharu ketika mendengar konser musik. Tapi kita tidak bisa menyebut pujian atau musik yang kita nyanyikan atau dengarkan itu sebagai pengalaman dengan Allah. Apakah itu memang perasaan kita ketika bertemu dengan Allah atau mungkin itu hanya sekedar efek dari musik yang sangat baik!!

Alkitab kita berkata "iman muncul dari pendengaran, dan pendengaran dari Firman Kristus" (Rm 10:17). Sehingga Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa peraan dapat membawa kita ke hadirat Allah. Jikalau hal itu terjadi, maka tentu saja Allah akan mengirimkan musisi bukan JurusSelamat/Firman yang menjadi manusia (Kristus Yesus). Acapkali gereja "menyajikan menu" pujian penyembahan di dalam ibadahnya namun firman Tuhan yang dibawakan tidak mengalami "kedalaman" dan hanya sekedar saja untuk dibawakan dalam ibadah. Saat pujian jemaat begitu terbawa emosinya tapi karena tidak ada kedalaman Firman, iman jemaat tidak dibentuk sehingga tidak ada perubahan karakter didalamnya. Sehingga ibadah kita bukan lagi untuk menyenangkan Tuhan tapi sebenarnya sedang menyenangkan emosi kita. 

Hanya Dialah yang bisa membawa kita kehadirat Allah Bapa. Biarlah musik gerejawi dan Firman Tuhan berpadu di dalam Rumah Tuhan untuk membawa jemaat Tuhan pada Sang Khalik.




Senin, 05 Mei 2014

MANAJEMEN WAKTU

Semua kita mempunyai waktu 24 jam.
Presiden memiliki waktu juga 24 jam namun dia bisa mengerjakan banyak hal. Namun seringkali kita tidak mempunyai banyak aktivitas tapi banyak hal yang terbengkalaikan. Dimana masalahnya?
Sekarang kita akan belajar bagaimana manajemen waktu.

Salah satu tanda kedewasaan seseorang terletak pada kemampuan orang itu untuk mengatur waktu.

Apa itu waktu?
Menurut KBBI
Waktu atau Masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. 

Seringkali
Waktu senggang :
*    merupakan kesempatan yang baik.
*    merupakan kesempatan yang berbahaya


Mari lihat Efesus 5:15-17:
5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Mari lihat ayat 15: “…Karena itu, perhatikanlah dengan saksama bagaimana kamu hidup.... seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif”
-          Introspeksi hidup kita….
-          Apakah kita seperti orang bebal atau orang arif
Bagaimana dengan orang arif???
Ayat 16 “….dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat…..”
-          Orang arif dilihat dari penggunaan waktunya

Mari lihat Maz 90 : 12: Ajarlah kami menghitung hari-hari bijaksana agar kami beroleh hati yang bijaksana.
-          Orang yang berhikmat adalah orang yang bijaksana pada waktunya
-          Sehingga yang terpenting bukannya berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita hidup.
Seharusnya orang Kristen tidak boleh mengatakan “saya tidak mempunyai waktu“, mengapa? :
  1. orang yang benar-benar sibuk tidak pernah tidak punya waktu karena semua orang punya waktu 24 jam.
  2. waktu dapat hilang dan tidak dapat kembali lagi, waktu berjalan terus..
Kata Waktu yang dipakai Kairos = kesempatan=sesuatu yang tidak berulang.

Jika ingin menjadi orang yang berhasil, kita harus dapat menguasai dan mengikat waktu saudara-oleh karena itu dikatakan di ayat 16 hari-hari adalah jahat.
Karena kesempatan banyak hal yang bisa mengambil waktu kita untuk diisi dengan kegiatan tidak penting.
Orang yang menunda waktu disebut orang bebal
Penundaan waktu sama dengan pencurian waktu
Penundaan waktu adalah salah satu senjata yang sangat ampuh yang digunakan oleh iblis untuk menyerang anak-anak Tuhan.
Di Ams 6:9-10 :” (9) Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
(10) Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”
Share: Tidur lagi.. ah baru berapa menit.. ah masih lama… biarkan hidupku mengalir, dsb.
Ayat 17 maksudnya: Kalau kita memanajemen waktu kita dengan baik, maka kita akan mengerjakan kehendak Tuhan
Do it Now adalah prinsip yang banyak membawa orang berhasil-Paulus berkata hidupku untuk memberi buah.
Manajemen waktu akan berhasil jika kita menetapkan batas waktu bagi diri kita sendiri.

Manajemen yang baik melibatkan 7 prinsip :
1.       Mempunyai tujuan yang jelas.
Ketidak jelasan tujuan dapat memboroskan banyak waktu.
Contoh:
Tahun ini apa yang menjadi target hidup Anda?? 
Hari ini saya mau buat apa!!! 
Target studi apa? Target pelayanan apa?? 
Banyak orang kelihatan sibuk tapi belum tentu punya target hidup. Kelihatannya tidak pernah di rumah tapi apa target hidup??
2.       Memiliki rencana yang rinci.
Bagaimana cara yang tepat untuk mencapai tujuan. Langkah–langkah apa yang harus dilakukan.

Bagaimana cara saya untuk mencapai target itu?? Kursus kah atau menabung dsb.
3.       Buatlah daftar kerja setiap hari.
Bukan berarti mengikutinya dengan ketat sehingga Roh Kudus kurang bekerja dalam kehidupan kita.—punya agenda
Contoh : hari ini apa yang harus saya kerjakan
 1 : ………………………………………………………..
   2   : ………………………………………………………..
   3   : ………………………………………………………..
   4   : ………………………………………………………..
4.       Tetapkan prioritas.
Tetapkan urutan–urutan dari yang terpenting dan yang terdesak, ke urutan yang kurang penting dan yang kurang mendesak.
Contoh : lihat apakah hal itu penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, atau tidak penting dan tidak mendesak
Penting dan Mendesak
Penting Tidak Mendesak


Tidak Penting Tidak Mendesak
Items
-    Belajar      - Makan
-    Tidur         - Rekreasi
-    Makan      - Berdoa
-    Nonton     - Sate
-    Berita TV  - Homework
-    Berkunjung - Jalan 2
5.       Tangani pekerjaan sekali saja.
Lakukan pekerjaan sampai tuntas, jangan setengah-setengah.
Share: Jangan tunda2 apa yang bisa dikerjakan
Kegiatan
Pebruari
Maret
I
II
III
IV
I
II
III
IV
Perkunjungan
Rapat
Cari dana











6.       Kembangkan kebiasaan memprioritaskan tugas.
Jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal di sekeliling kita yang dapat merusak prioritas kita.
Strenght
Weakness
Oppurtunity
Threat




7.       Analisa diri saudara.
Kekuatan dan kelemahan apa yang ada pada diri saudara, kesempatan dan halangan yang akan saudara temui.
Share: mampu atau tidak dikerjakan!!!

Mengatur waktu kita adalah sebagian dari pelayanan yang sungguh-sungguh.
Sadar atau tidak sadar kita harus mengakui bahwa 1/3 dari hidup kita adalah untuk tidur (8 jam). Untuk itu kita perlu menggunakan waktu se-efektif dan se-efisien mungkin.
Presentasikan waktu saudara secara garis besar :
1. Tidur                    :……………..                                 
2. Sekolah/kuliah   : ……………..
3. Belajar                 :…………….                                  
4. Nonton TV          : ……………..
5. HPDT                   :. ……………                
6. Membaca           : ……………..
7. Pelayanan           :……………..                
8. Berteman           : ……………..
9. Jalan-jalan           :……………..               
 10. lain-lain            :………………

Kesimpulan:
1.       Sekarang evaluasi diri Saudara, bagaimana kita hidup apakah kita hidup seperti orang arif/bebal?
2.       Bagaimana penggunaan waktu kita. Apakah sesuai kehendak Tuhan atau tidak??



Minggu, 23 Februari 2014

Indonesia merindukan perubahan

Beberapa video inspiring pemimpin bangsa ini....
Walikota Bandung http://www.youtube.com/watch?v=GAMk4GakBzg
Walikota Surabaya http://www.youtube.com/watch?v=x2FSyq1EcLA
Gubernur Jakarta:Jokowi, Mantan Wapres: JK, Rektor Paramadina: Anis Baswedan, Gubernur Jateng: Ganjar, Ketua KPK: Abraham Samad http://www.youtube.com/watch?v=B47KQ6RNJtg

Rabu, 22 Januari 2014

LIRIK MINE - PETRA SIHOMBING ft. BEN SIHOMBING


Girl your heart, girl your face
is so different from them others
I say, you're the only one that I'll adore

Cos everytime you're by my side
My blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly oo yeah, oyeah

And I want to make you mine

Reff :
Oh baby I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die
Our love will last forever
and forever you'll be mine, you'll be mine

Girl your smile  and your charm
Lingers always on my mind
I'll say, you're the only
one that I've waited for

Kamis, 16 Januari 2014

Tulisan diawal tahun 2014.. semangaaaaaadhhh.....

Tulisan di Grup KTB Gratia----tertanggal 09 Januari

Mat tahun baru....
Dua hari ini iseng-iseng membaca buku The Radical Disciples dari John Stott. Kupikir mau menghabiskan beberapa bukuku yang masih terbungkus plastik dengan rapi di dalam lemari. Eh ternyata bisa selesai dalam 2 hari. (penekanan 2 hari----kek sombong di'---- hahahaha).Menarik dikatakan di buku itu kira-kira seperti ini. Gereja dan keKristenan di Asia saat ini mengalami perkembangan secara kuantitas dibandingkan di Eropa. Secara jumlah banyak dan berkembang, dimana-mana kita melihat gereja menjamur namun tidak mengalami kedalaman relasi. (Di buku itu dijelaskan tujuan akhir hidup manusia yaitu untuk mengalami DIA).


Mungkin ini bisa jadi refleksi kita bersama di awal tahun 2014 ini. Saya sendiri menyadari diawal tahun banyak pencapaian2 yang tidak tercapai di tahun 2013 yang lalu. Ada beberapa hal yang tidak tercapai : menyelesaikan baca alkitab ternyata baru sampai Kisah Para Rasul, catatan saat teduh ditinggalkan, PA Pribadi tiap sabtu juga tidak dikerjakan. Semua aktivitas pelayanan "mungkin" dikerjakan tapi "mungkin" hasilnya belum maksimal. (Saya katakan mungkin karena kupercaya tidak ada yang sia-sia dikerjakan dalam Tuhan. Cuma hasilnya tidak seperti yang kuharapkan). 

"Kedalaman Relasi" itu yang jadi perjuangan kita bersama. Mengerjakan sate, PA Pribadi, de el el karena kesadaran kita sendiri yang merindukan kehadiran Allah. Bukan karena disuruh kakak PA (saya--hehehe), bukan karena kita PKK, atau pelayan di kampus, bukan karena lama ber PA (jadi sepertinya tidak rohani kalau tidak mengerjakan hal tsb diatas).

Kalau hal diatas mau diperbaiaki masih ada kesempatan untuk diperbaiki. Kata Paulus jikalau kita masih hidup bukankah untuk memberi buah. Kalau diibaratkan tanaman, buah tidak akan muncul jikalau batangnya tidak bertumbuh dan kokoh. Tidak berbuah kalau tidak mendapat makanan dari air dan sinar matahari untuk bertumbuh (kek belajar biologi... hehehe). Seprti itulah kita. Tidak akan memberi buah dalam hidup ini kalau tidak punya kedalaman relasi dengan Tuhan.
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Barangsiapa tinggal di dlaam Aku kamu akan berbuah banyak. Sebab diluar AKU, kamu TIDAK DAPAT BEBRBUAT APA-APA"

Bersyukur ada komunitas kita. Namun jadi perenungan pribadi juga apakah saling tegur menegur dsb masih menjadi bagian kita untuk saling "menajamkan" satu sama lain. Selain itu juga untuk menemukan kedalaman relasi satu sama lain. Apakah harus dengan berjalan bersama (baca : refreshing) ? Saya pikir belum tentu dengan cara seperti itu. TIDAK HARUS tapi BISA. Karena seringkali hal tsb hanya seremonial yang insidentiil dan setelah itu semua kembali ke aktivitas semua. Saya pikir kedalaman relasi dengan Tuhan bisa kita peroleh juga melalui kedalaman relasi dengan sesama. Bukankah hukum yang terutama memasukkan 2 bagian ini. Mengasihi Tuhan dan sesama?? 

Mat merefleksikan diri diawal tahun ini. Mat mengalami pertumbuhan relasi dengan DIA dan dalam komunitas kita.