Rabu, 25 Juli 2012

DISIPLIN ROHANI

DISIPLIN ROHANI MENOLONG UNTUK BERTUMBUH 1Tim 4:7-10 Mengapa perlu disiplin rohani, dan apa disiplin rohani itu? Memasuki millennium baru kita sudah sering mendengar banyaknya tantangan yang mendatang. Lompatan teknologi dan globalisasi menjadikan perubahan besar terjadi dalam hidup manusia. Persaingan semakin ketat, hidup semakin sulit dan akhirnya manusia akan hidup semakin mementingkan diri sendiri. Sebenarnya masalah-masalah terbesar pada zaman ini bukanlah masalah teknologi, karena bagaimana pun manusia pasti sanggup menanganinya. Juga bukan masalah politik/ekonomi. Sekalipun Ind mengalami krisis besar dalam 2 hal tersebut, sebagian besar kesulitan di 2 bidang ini tidaklah unik. Permasalahan yang terbesar sesungguhnya bersifat moral dan rohani. D. Elton Trueblood menyatakan ‘Kalau kita tidak dapat mencapai kemajuan di bidang ini, maka kita tidak dapat bertahan hidup’. Kebudayaan-kebudayaan yang sangat maju pada zaman dulu mengalami kemunduran karena 2 masalah ini. Mengapa? Sebab masalah moral dan rohani adalah masalah mendasar dalam kehidupan manusia. Seperti bangunan yang megah, jika dasarnya tidak kuat, ada goncangan sedikit maka bangunan itu akan retak dan hancur. Akhirnya kemegahan tinggal kenangan saja. Maka penting untuk kita membangun kehidupan dengan dasar-dasar yang kuat. Membangun kehidupan moral dan rohani yang kuat melalui menegakkan disiplin rohani, akan membawa kita masuk bukan hanya melampaui hidup yang dipermukaan saja, tetapi pada tingkat kehidupan yang lebih dalam yang disebut dengan pembaharuan batiniah. Itulah yang Tuhan inginkan, yaitu perubahan hidup yang bukan hanya pada permukaan saja, tetapi seperti Rm 12 ‘berubahlah oleh pembaharuan budimu’. Hal ini perlu untuk menghadapi tantangan zaman agar iman kita tidak menjadi rapuh dan mudah roboh/terseret arus. Paulus mengatakan pada Timotius ‘latihlah dirimu untuk beribadah’. Inilah yang disebut dengan disiplin rohani ‘melatih diri untuk beribadah.’ Jelas sekali disiplin rohani bukan sesuatu yang terjadi seketika, tetapi suatu proses yang panjang yang membutuhkan ketekunan. ‘melatih’ berarti – melakukan berulang-ulang sampai terampil. Ada pepatah yang berbunyi practice makes perfect !!! ‘disiplin’ menunjukkan adanya – tertib, teratur dan konsisten. Apa yang perlu didisiplinkan? Apa yang perlu terus dilakukan secara tertib, teratur dan konsisten? Paulus mengatakan ‘latihlah dirimu beribadah’. Jadi yang perlu didisiplinkan adalah hal ibadah kita. Apa arti ibadah? Ibadah bukan berarti sekedar datang ke gereja dengan teratur tiap minggu tanpa kecuali. Ibadah dalam Perjanjian Lama dikaitkan dengan ritual-ritual, tetapi bagi Allah ibadah yang sejati bukan hanya ritual, melainkan totalitas hidup – Rm 12:1. Sebenarnya bagian ini lebih tepat diterjemahkan ‘latihlah dirimu untuk hidup saleh’ Hidup saleh adalah hidup yang didasarkan pada hati yang takut akan Tuhan, memperTuhankan Kristus dalam tiap aspek hidup. Hidup saleh adalah hidup yang tunduk pada otoritas Allah. Hidup saleh adalah hidup yang berkenan kepada Allah. Hidup saleh tidak terjadi secara otomatis, tetapi perlu perjuangan. Karena itu Paulus berkata ‘latihlah’ Mengapa melakukan disiplin rohani? 1. Ay. 8 mengatakan bahwa hal itu berguna dalam segala hal, serta mengandung janji untuk hidup kini dan yang akan datang. Donald Coggan, Uskup Agung dari Canterbury mengatakan: “Saya menjalani hidup ini sebagai seorang yang mengadakan perjalanan menuju kekekalan, seorang yang diciptakan menurut gambar Allah, tetapi gambar itu telah hilang kemuliaannya hingga saya perlu belajar cara bermeditasi, beribadah, berpikir ….”. Tidak pernah ada orang yang bepergian 1 minggu memusingkan diri dengan beli dan banyak perlengkapan rumah. Tetapi orang yang akan membeli rumah, mempersiapkan diri untuk bisa mengisi rumah tersebut dengan perlengkapan yang layak dan dibutuhkan. Namun sering banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa hidup didunia ini hanya sementara dan numpang lewat. Kita lupa bahwa tujuan kita adalah surga dan di sana ada hidup yang kekal, jika dibandingkan dengan kehidupan di dunia 80 tahun akan nampak seperti setitik saja dibanding kekekalan. Tapi kita sibuk dengan yang sementara. Jika kita menyadari bahwa kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, bukan penganut teori evolusinya Darwin, maka kita juga harus sadar bahwa kita diciptakan sebagai mahluk rohani, yang keberadaan dan makna hidupnya bukan ditentukan dan dibatasi oleh yang fisik saja. Kita diciptakan oleh Dia dan bagi Dia. Hidup kita bukan berakhir di dunia ini saja. Sebaliknya, kehidupan didunia hanyalah permulaan dari kehidupan selanjutnya yang kekal. Bagaimana kita mengarungi hidup di dunia juga menentukan dalam kekekalan, dimana kita berada. Jika kita menyadari bahwa kita telah diselamatkan oleh dan melalui anugrah Allah, hidup kita bukan milik kita lagi, tetapi hidup kita adalah milik Allah, karena kita telah ditebus dengan harga yang mahal. Orientasi hidup kita juga seharusnya bukan berfokus pada hal-hal duniawi sekeliling kita saja, walaupun itu penting untuk menunjang hidup di dunia, tapi bukan yang utama. Seharusnya kita menyadari sejak menerima Kristus kita sedang berjalan menuju surga, karena kita adalah warga kerajaan surga, dan seharusnya kita sudah mulai mengadaptasikan diri ke sana. Kehendak Allah jelas dalam Matius ‘hendaklah kamu sempurna seperti Bapa di surga adalah sempurna’. Kristus juga menyatakan ‘kalau kamu mengasihi Aku kamu akan melakukan perintahKu’ Melalui Paulus Allah juga mengumandangkan agar kita semakin serupa Kristus. Disiplin rohani, menolong kita mempersiapkan dan membentuk diri sebagai anggota kerajaan surga yang selayaknya. Latihan ibadah berguna untuk kehidupan kini dan akan datang. 2. Latihan rohani menjadi dasar dalam segala aspek kehidupan. Menjadi kesempatan dimana Allah membentuk karakter, pola pandang, cita-cita yang berkenan kepada Allah. Melalui itu pula kerajaan surga di hadirkan. Melalui itu pula anak-anak Tuhan menyatakan dirinya sebagai terang dan garam bagi dunia, memuliakan Bapanya, menjadi berkat nyata bagi lingkungannya. Sekali lagi, yang dibutuhkan dunia ini dalam menyelesaikan banyak masalah, yang utama bukan teknologi, ekonomi, pengetahuan, hukum dll walau itu penting. Namun yang dibutuhkan adalah manusia-manusia Allah yang melakukan tugas panggilannya mengelola bumi dengan penuh tanggung jawab kepada Allah dan sesama. Seorang yang baru lahir baru tidaklah otomatis bisa menerapkan iman Kristen di tengah-tengah dunia yang penuh tantangan, karena ia masih bayi secara rohani. Disiplin rohani yang akan menolongnya bertumbuh. Melalui disiplin rohani Allah dapat bekerja mengubah seseorang menjadi manusia yang semakin hari semakin serupa Kristus. Disiplin rohani juga menolong seseorang mengubah kebiasaan-kebiasaan lama yang merusak dan menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang memberi hidup. Gal 6:8 - barang siapa menabur dalam daging akan menuai kebinasaan, tetapi orang yang menabur dalam roh akan menuai hidup kekal. Jika kita berharap untuk bisa bertumbuh, kita harus secara sadar memilih cara bertindak yang membawa pada kehidupan, yaitu disiplin rohani. Beberapa contoh disiplin rohani: - Disiplin membaca dan merenungkan Firman Tuhan Firman Tuhan bisa berbicara banyak dalam pergumulan-pergumulan hidup Kristen kita, membentuk watak/karakter Kristen. Firman Tuhan mengingatkan, mengarahkan dan menguatkan kita untuk hidup bertekun mengikuti dan meneladani Kristus. - Disiplin berdoa Disiplin berdoa mengubah kita dari self center menjadi God center, dari my strength menjadi God’s strength, dari keangkuhan hidup menjadi humility dan menikmati Tuhan, dari my will jadi God’s will - Disiplin belajar Membangun kepekaan kepada Allah, diri sendiri dan kepada orang lain

Kamp Nasional Mahasiswa

Tak terasa kegiatan ini sudah berlalu. Persiapan selama 5 bulan untk kegiatan ini bersama ke-4 panitia lokal yang tetap setia dengan pergumulan mereka masing2 dan juga ke 34 peserta yang sama2 menggumulkan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Waktu yang panjang dan juga melelahkan. Pencarian dana, mendoakan, dan yang terberat adalah ketika harus mempersiapkan diri mengikuti kegiatan ini. Semua sungguh karena anugerahNya!!! Kami semua bisa berangkat sebanyak 30 orang dan dicukupkan padahal yang menjadi pergumulan kami adalah dana yang harus kami cukupkan sebesar 1,6 juta perorang. Allah yang memilih kami, Allah jugalah yang akan menyertai kami mengerjakan semuanya. Eksposisi dari Bapak Godeon Yung dari Kitab Yesaya sangat menolong kami untuk melihat panggilan kami secara pribadi untuk tidak hanya tinggal diam melihat kondisi bangsa yang makin terpuruk ini. Kondisi yang dibukakan pada zaman Yesaya tidak berbeda jauh dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Sungguh kami merasakan bahwa Firman Tuhan tetap kontekstual untuk segala kondisi dan zaman. Setiap diskusi panel pun mengarahkan kami untuk melihat kondisi politik, ekonomi, pendidikan di bangsa ini yang tidak kalah bobroknya. Memang tepat kalau tema "Biarlah UmatMu Nyatakan TerangMu" dipilih. Di kapita selekta pun peserta dibukakan kondisi yang ada di mana setiap peserta melihat tantangan yang akan dihadapi di profesi yang akan mereka geluti nantinya. Bukan jumlah yang minoritas yang akan dipakai Allah untuk menjadi rekan sekerjaNya namun kualitas yang dicari oleh bangsa ini. Sekalipun minoritas kualitas anak Tuhan dipertaruhkan. Seluruh peserta yang merupakan anak bangsa dicari untuk mau berkontribusi bagi bangsa ini. Ada kurang lebih 1000 orang yang mengikuti kegiatan ini.Doaku bangsa ini bisa diubahkan melalui mereka dan semoga mereka tetap bertahan dengan tantangan zaman saat ini. Indonesiaku dan Tuhanku pakailah kami menjadi alatMu!!!

Berusaha untuk menjaga HPDT

Banyak rutinitas yang harus kukerjakan sepanjang minggu ini sebagai staf kantor yang juga mengerjakan pemuridan dibeberapa kampus. Namun kata memberi yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan (Kolose 3:23) harus tetap kuingat. Warta-warta yang harus kukerjakan karena lewat deadline, mengumpulkan bahan-bahan warta agustus belum lagi harus melihat perkembangan harga tiket menjelang keberangkatan peserta Kamp Nasional ke bogor karena harga tiket terus melonjak sedangkan adik2 sudah cukup sulit untuk mencari dana tambahan untuk proposal mereka. Apalagi HP dua-duanya dah hilang sehingga sulit untuk mengakses nomor teman2 yang lain. Sekali lagi ini tuntutan dan resiko yang sudah lama kuperhitungkan untuk kuambil. Tapi apakah pikiran semua orang sama?? Belum lagi pemuridan di PMKOS dan KMKO serta Pancasakti yang juga harus dipikirkan. Tuntutan pelayanan ini besar dan kadang ku berpikir, saya tidak sanggup mengerjakannya sendiri. Sekali lagi hanya karena kemurahan Allah aku sanggup dan mampu mengerjakan semuanya ini. Kalau hanya untuk manusia ku yakin aku akan kecewa. Tapi, biarlah semua yang kupikirkan dan kukerjakan hanya untukNya dan biarlah Dia saja yang menilai seberapa serius dan seberapa besar hatiku untuk melayaniNya. Sekarang aku harus terus melangkah apapun yang terjadi. Memberikan segenap apa yang kumiliki untukNya. Mungkin banyak yang harus kukerjakan.... Mungkin banyak yang harus ku pikirkan..... Mungkin banyak tuntutan dari orang lain... Tapi, semakin kurenungkan. Pelayananku harus membuatku semakin dekat padaNya bukan membuatku semakin terhisap pada aktivitas belaka... Tuhan.... Ajarku untuk memiliki waktu2 yang teduh untuk kunikmati bersamaMu.

Visi Pelayanan Mahasiswa

PENGERTIAN VISI Visi merupakan ‘pandangan ke depan’ dalam suatu pelayanan. Visi tidak lain dari sasaran (goal) atau manifesto atau strategi. Visi itu muncul akibat 'ketidakpuasan yang mendalam tentang kondisi masa kini sebagai fakta, disertai dengan pandangan yang amat tajam tentang kondisi yang selayaknya sebagai kemungkinan di masa yang akan datang. Atau secara singkat dapat dikatakan VISI adalah "Impian di masa yang akan datang yang didasarkan pada Realita saat ini". Menurut Bill Hybells 1. Visi adalah kemampuan yang diberikan Allah untuk melihat solusi-solusi yang mungkin bagi persoalan hidup sehari-hari. Orang yang memiliki visi berorientasi pada visi, bukannya pada persoalan. 2. Visi adalah kemampuan melihat dibawah permukaan hidup manusia. Orang-orang yang memiliki visi tahu bahwa akan bermanfaat jika dapat melampaui yang nyata, untuk memahami apa yang memotivasi orang lain. 3. Visi adalah kemampuan yang diberikan Allah untuk melihat sekilas yang Allah ingin lakukan lewat hidup Anda jika Anda mencurahkan diri kepadaNya. MENGAPA HARUS MEMILIKI VISI? Sebuah pelayanan harus memiliki Visi, karena tanpa Visi : 1. rakyat (jemaat) menjadi liar (Amsal 29:18a) 2. menjadi aktivitas rutin belaka, tanpa arah dan meaning (membosankan) 3. menjadi ambisi pribadi pemimpin atau pengurusnya 4. menjadi tidak terpacu untuk mencapai hasil terbaik 5. tidak memiliki sasaran atau target 6. mudah menyerah 7. mematikan pelayanan Contohnya antara lain Nehemia. Setelah mendengar fakta terbongkarnya tembok Yerusalem dan tentang keadaan bangsanya yang masih tersisa di sana, ia sangat terpukul, sampai Allah menaruh ke dalam hatinya apa yang dapat dan harus diperbuatnya. 'Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak dicela', katanya kepada mereka. Dan mereka menyahut, 'Kami siap untuk membangun' (Neh.2:12,17,18). Contoh lain adalah Martin Luther King, seorang tokoh yang memperjuangkan hak orang-orang kulit hitam dari ketidakadilan diskriminasi rasial agar memperoleh harkat dan martabat yg setara dengan kulit putih. Ia hidup & mati demi mewujudkan visinya itu. Paulus yang diceritakan di dalam Alkitab adalah seorang yang hebat, baik di dalam pendidikannya, kepribadiaannya, maupun di dalam kepemimpinannya. Tetapi mengapa ia mau meninggalkan statusnya yang hebat itu, “hanya” karena Injil Yesus Kristus ? Pada hal injil tersebut telah membuatnya mengalami banyak sekali ketakutan dan penderitaan. Ia berkali-kali dikatakan mau dibunuh, dianiaya, diadili dan dipenjarakan. Namun ia tidak pernah mau mundur dari pemberitaan injil itu, bahkan ia mengatakan: “…kepada penglihatan yang dari surga itu, tidak pernah aku tidak taat..” (Kis 26: 19). Apa rupanya penglihatan (visi) yang sudah diperlihatkan dan diberikan olehTuhan kepadanya? Allah sudah memperlihatkan kepadanya, bahwa semua orang telah berbuat (diperbudak) dosa dan sudah kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3: 23), bahkan dikatakannya bahwa dirinyalah orang yang paling berdosa; sebagai orang berdosa manusia itu pasti mendapat maut sebagai upahnya atau sedang menuju kepada maut (Rm 6: 23); tidak ada yang dapat menolong manusia keluar dari masalah yang sangat mengerikan itu, kecuali Yesus (Yoh 3: 16; 14: 6; Kis 4: 12; Rm 8: 38-39; dll).  Visi ini rupanya begitu kuat dan jelas dilihat oleh Paulus, sehingga hal itu memberikan arah dan tujuan yang jelas juga bagi kehidupan dan pelayanannya.  Visi itu memberikan suatu kekuatan, semangat ketaatan dan sikap yang teguh dan kokoh, sehingga apapun yang diperhadapkan kepadanya, ia tidak pernah undur dari melakukan visi dan panggilan itu, bahkan sampai akhir hayatnya.  Visi itu sangat berharga bagi Paulus, sehingga ia rela menyerahkan segala sesuatu, termasuk jiwanya untuk dan demi perwujudnyataan visi itu. Sesuatu yang besar tak mungkin tercapai, kalau tidak didukung oleh impian yang besar, suatu visi yang besar. Bagaimana dengan situasi kita kini? Apa yang anda lihat tentang kondisi mahasiswa yang sedang berlangsung kini ? VISI PELAYANAN MAHASISWA Seperti yang sudah dikatakan, bahwa visi itu sangat penting, termasuk untuk pelayanan. Kenapa ? Karena visi itu akan memberikan arah, tujuan, kekuatan, ketaatan dan sikap hidup yang konsisten kepada orang-orang yang melibatkan diri di dalam pelayanan itu. Raja Salomo mengatakan: “Bila tidak ada wahyu (visi) menjadi liarlah rakyat” (Ams 29: 18). Pelayanan mahasiswa juga sudah memiliki visi yang sangat jelas dan tegas, yaitu: Visi Kemuliaan Allah (Yes 6: 3; Fil 1: 20) Pelayanan mahasiswa hadir di tengah-tengah kehidupan mahasiswa adalah untuk dan bagi kemuliaan Allah. Dalam artian, dengan dilayaninya mahasiswa kepada Injil, maka dengan demikian nama Allah sudah dipermuliakan dan sekaligus kepada mahasiswa diberikan kesempatan untuk melihat kemuliaan Allah dan juga sekaligus memuliakan Allah. Visi keselamatan (Yoh 3: 16; 14: 6: Kis 4: 12) Kehadiran pelayanan mahasiswa juga bertujuan untuk memasyarakatkan keselamatan kekal yang hanya ada di dalam dan melalui iman kepada Yesus Kristus itu. Mahasiswa memang adalah sebahagian dari keseluruhan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan sedang menuju kepada kebinasaan yang kekal, kecuali kalau mereka “dipertemukan” dengan Yesus Kristus. Itulah sebabnya pelayanan mahasiswa ada di kampus, supaya mahasiswa yang adalah bagian dari keseluruhan dari manusia berdosa dapat diselamatkan dan bahkan sampai dengan kekekalan. Visi kedewasaan/pemuridan (Ef 4: 13 - 15) Pelayanan mahasiswa juga hadir dan bertanggungjawab untuk membina iman mahasiswa yang baru (sudah) percaya, agar menjadi bertumbuh dewasa, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran yang diperhadapkan dan menerpa kehidupan mereka. Bahkan mereka sudah dapat berpegang teguh dan tidak goyah di dalam iman yang telah diajarkan dan diterima oleh mereka, walaupun diperhadapkan kepada berbagai macam tantangan dan pergumulan. Visi kesatuan (Yoh 17: 21; Ef 4: 3 - 6) Kehadiran pelayanan mahasiswa juga adalah untuk mewujudnyatakan kesatuan umat Tuhan. Dan kebetulah orang yang dilayani di dalam pelayanan mahasiswa datang dari berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan tempat serta gereja. Di pelayanan mahasiswa atau persekutuan kampus ini dapat berkumpul dan dipersatukan banyak orang, yang datang dari berbagai pelosok nusantara ini. Visi penginjilan se dunia (Mat 28: 19-20; Mark 61: 15; Kis 1: 8) Pelayanan mahasiswa ini memang adalah tempat yang sangat potensil untuk mewujudnyatakan visi penginjilan sedunia. Hal ini dikatakan karena mahasiswa yang hadir dikampus dan yang akan dilayani oleh pelayanan mahasiswa itu datang, dari berbagai macam latar belakang, tempat, suku-bangsa, bahasa dan gerejanya. Dengan demikian, untuk memberitakan injil kebanyak tempat (umumnya) sudah dapat dikerjakan dengan “mudah”, yaitu salah satunya dengan melayani mahasiswa, dan dengan demikian berarti sudah menghemat daya, dana, doa dan waktu. Selanjutnya, mahasiswa yang sudah dibina itu dapat “dipakai” menjadi tenaga penginjilan yang sangat efektif, baik ketika mereka masih mahasiswa yaitu dengan mempergunakan masa liburannya di tempat asalnya untuk memberitakan injil, khususnya ketika mereka sudah menjadi alumni dan dapat diutus menjadi pemberita injil, ke tempatnya akan bekerja atas biaya dari perusahaan di mana dia sudah diterima sebagai karyawan. PENGERTIAN MISI Yang dimaksud dengan Misi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Visi. Misi dalam pelayanan dapat dibagi menjadi 4 tahap (atau dikenal dengan 4P) : 1. Pemberitaan Injil Tujuan : agar mereka tertarik kepada kekristenan, mau mendengarkan dan mempelajari isi Alkitab, menyadari dirinya sebagai manusia yang berdosa, mau bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan Juruselamatnya secara pribadi. 2. Pembinaan Tujuan : agar bertumbuh di dalam iman, karakter, pengetahuan, nilai-nilai Kristiani, dan keterampilan; makin mengenal Tuhan dan FirmanNya, bertumbuh dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama, hidup semakin serupa dengan Kristus 3. Pelipatgandaan Tujuan : melatih dan memotivasi agar setiap orang yang telah dibina rindu untuk melayani; diperlengkapi dengan prinsip dan keterampilan melayani serta kepemimpinan rohani; melatih dan memotivasi agar terlibat melayani dalam kepengurusan atau tim pelayanan 4. Pengutusan Tujuan : menolong mereka mengetahui panggilan dan kehendak Allah bagi pekerjaan ataupun pelayanan mereka setelah lulus nanti; membina mereka agar lebih siap menghadapai kondisi nyata di dalam kehidupan sebagai pemuda, sebagai orang yang nantinya akan bekerja, berbangsa dan ber-masyarakat

Accident...

Hah...Hilang HPku?? Ini accidentnya terjadi tgl 26 Juli malam..Salahku sendiri sih...TELEDOR meletakkannya di lantai1 Perkantas. Biasanya kalau kantor tertutup rapat, jadi kedengaran sampe ke lantai 2. Tapi mau diapalah kalo musibah. Banyak orang pun berkomentar. Mulai dengan bernada prihatin, menyalahkan diri. Tapi justru AKK sendiri yang menertawai.. Hiks.... :) Tapi, sekali lagi ini ini didikan.. Ganti hape sendiri dan kantor.... Trims ya..teman2 yang sudah menunjukkan keprihatinannya dengan meinjamkan hapenya dan membelikanku pulsa. Wah..harus sediakan dana tambahan nih.. Bulan depan mau berangkat ke Bogor ikut Kamp Nas. Accident menjelang kamp.....

“ Do The Best”

Yohanes 2:1-11 2:1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. 2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, 2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Saat ini kita banyak disibukkan dengan beberapa kondisi: -Sibuk dengan studi seperti laporan lab, studio -Terlibat dalam kepanitiaan/kepengurusan Belum lagi dengan tugas dan tanggung jawab pribadi di di rumah, dll. Kita menjadi bingung, apa yang menjadi prioritas kita untuk dikerjakan. Bagaimana kita meresponinya?  Ayat 1 Kejadian ini berlangsung di Kana (lihat Peta Alkitab)  Ayat 2 Mereka diundang pada pesta perkawinan, dimana Maria, ibu Yesus juga ada disana. Namun apa yang terjadi,  Ayat 3 : “...........mereka kehabisan anggur............” Sudah kebiasaan masyarakat saat itu bahwa sangat memalukan bagi tuan rumah bila gagal untuk menyediakan anggur apalagi pada sebuah pesta karena anggur merupakan minuman tanda penghargaan kepada tamu. Apalagi saat itu anggur yang tersedia habis. Tentu saja ini akan memalukan bagi tuan rumah. Dalam pesta perkawinan inipun, ada pemimpin pesta yang mengatur segalanya dan di ayat 9, dia tidak tahu kalau saat itu dalam kondisi genting. Apa yang diperintahkan ibu Yesus?  Ayat 5 : ibu Yesus menyuruh pelayan-pelayan mengikuti perintah Yesus. Apa perintah Yesus?  Ayat 7: “........"Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan kita melihat mereka melakukannya. “ Tempayan2 yang saat itu ada 6 buah (ayat 6).” Sudah kebiasaan masyarakat saat itu ada tempayan disediakan karena kondisi Timur Tengah yang berdebu. Kalau 2-3 tempayan diperkirakan ± 300 liter air. Setelah tempayan diisi air, Ayat 8 : air tsb dicedok dan dibawa kepada pemimpin pesta Ayat 9-10 : Pemimpin pesta memuji mempelai laki-laki karena terus menyediakan anggur yang terbaik. Ada penafsir yang mengartikan hanya anggur yang dicedok yang berasa anggur. Namun, ada juga yang menafsirkan bahwa keseluruhan air menjadi anggur dari bacaan ini. Namun, hal yang menarik dari bacaan ini ada pada ayat 5-7. Dimana pelayan itu meresponi apa yang diperintahkan Yesus di ayat 7. Kita melihat bahwa: Pelayan tersebut taat dengan perintah Yesus di saat kritis. Aplikasi: Bisa saja kita menggerutu dalam kondisi seperti itu: a. Kok anggur habis malah disuruh mengisi air dalam tempayan? b. Yesus tidak menjelaskan alasannya. Atau Bisa saja pergi mengusahakan mencari anggur. Yesus sama sekali tidak menjelaskan bahwa IA menyuruh mereka mengerjakan hal tersebut supaya air tersebut menjadi anggur. Tapi mereka TAAT. Apa yang bisa kita teladani dari peristiwa ini: 1.Kerjakan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing dengan taat dan sebaik-baiknya. 2.Ketika kita dipercayakan untuk terlibat dalam pelayanan dan studi maupun di rumah, belajarlah bertanggung jawab dengan tugas kita sekalipun sepertinya “tidak menghasilkan sesuatu”. Tugas kita adalah mengerjakan tugas kita dengan sebaik-baiknya dan biarlah Tuhan mengerjakan bagianNya Sehingga lewat itu Tuhan menyatakan kemuliaanNya. 3.Motivasi kita melayani adalah untuk kemuliaan Tuhan bukan motivasi lainnya. Soli Deo Gloria

Self Development


I.Pengantar:
a.    Aspek manusia::
·          Fisik: kebiasaan/tingkahlaku/tindakan2, kesehatan, kemampuan2 praktikal, talenta dll
·          emosional/feeling: karakter
·          intelektual: kapasitas berpikir/analisa, pengetahuan umum/Alkitab, kemampuan pengambilan keputusan dsb
·          spiritualitas: keyakinan, panggilan, nilai-prinsip, komitmen. (relasi dengan Allah, sesame dan dirisendiri)
b.    Pertumbuhan seluruh aspek hidup (Efesus 4:14-16) melibatkan
·     Allah (I Kor 3:6)
·     Manusia secara pribadi (Pilipi 2:12-13)

Definisi:
Self-Development berarti mengambil tanggung jawab pribadi untuk belajar sendiri & berkembang melalui proses penilaian, refleksi, dan mengambil keputusan.

Definisi FT :
ROMA 12:1-2:  berubah oleh pembaharuan budi
EFESUS 4:14-16 : serupa dengan Kristus


II. Alasan membangun diri :
a.    Rancangan Allah / Kehendak Allah adalah dewasa iman (Kej 1:26-28; Rom 8:29)
b.    Pertumbuhan adalah proses seumur hidup (Pil 2:12-13; Ef 4:12-14)
c.    Pertumbuhan adalahn buah pertobatan & ketaatan kepada firman Allah (Yoh 15:8)
d.    Bukti kecintaannya kepada Allah (Pil 3:10)
e.    Kedagingan yang perlu terus dimatikan seumur hidup melalui proses pengudusan yang berawal dari pertobatan (Roma 7:9-25),  Hasil pengudusan adalah partumbuhan (2 Tim 3:16-17)
f.     Kondisi zaman yang terus berubah  menghadirkan tantangan dan pencobaan, yang memerlukan pergumulan teologis secara kontektual agar dapat memberikan respon yang tepat & benar (2 Tim 3:1-10, Rom 12:2)

III.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun diri :
a.    Mengenali kehendak Tuhan atas diri pribadi
b.    Mengenali keberadaan diri (kelemahan dan kekuatan, temperamen, kesukaan, karunia dan bakat, kepemilikan fasilitas-fasilitas pendukung,dsb)
c.    Mengenali kebutuhan diri (aspek-aspek pengetahuan, karakter, kemampuan atau cognitive, affective dan assertive)
d.    Mengenali sumber untuk membangun diri (Alkitab, buku-buku bacaan, training, media lain, retreat, mentoring dsb)
e.    Mengenali waktu yang tepat

Beberapa contoh2 praktis:
a.     Self study :
·         Sarana: Saat teduh, belajar Alkitab atau membaca buku2 lain sesuai dengan kurikulum pertumbuhan, kebutuhan pelayanan, trend zaman dll 
·         Caranya dengan memperhatikan: menemukan bagian-bagian yang tidak tahu, menarik perhatian, penting & baru.
·         Menindak lanjuti hal-hal diatas dengan ke perpustakaan, toko buku atau pinjam kepada teman tentang topik-topik diatas; bertanya kepada mentor/senior/PKK
·         Pelajari dengan kritis
·         Menemukan ajaran, prinsip-prinsip, iman, yang perlu dipegang dan mengidentifikasi karakter yang hendak dikembangkan serta tingkah laku yang hendak diperbaiki dalam tiap study yang dilakukan
·         Melakukan penerapan terhadap komitmen yang diambil
·         Memasukkan target & jadwal belajar dalam target & jadwal pribadi

b.    Talenta :
  • Mengidentifikasi jenis pelayanan yang diminta oleh Allah untuk dikerjakan
  • Menentukan karunia-karunia apakah yang perlu dimiliki dalam melakukan pelayanan tsb
  • Mengetahui karunia apakah yang sudah Tuhan berikan kepada kita
  • Mengenali karunia-karunia atau kemampuan-kemampuan terkait untuk megembangkan pelayanan dengan lebih baik dan berkenan
  • Meminta kepada Tuhan
  • Menggunakan dengan bertanggungjawab apa yang telah diberikan
  • Mengevaluasi apa yang telah dikerjakan untuk kemudian mengembangkan apa yang dimiliki.

Simulasi
No
Nama
Target
Strategi
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1
Pengetahuan
-Doktrin
-Kuliah
-TOEFL
-Psikologi

3 bulan





2
Karakter
-Pengampunan
-Rendah hati
-Memberi




3
Skill
-Memimpin PA
-Corell
-Membuat bahan sate
-Gitar/dsb




4
Wawasan
-Lamaran kerja
-Studi lanjut





V.Tantangan bagi membangun diri:
a.    Dari pribadi sendiri:
·         Pengaruh dari eksistensi diri : relasi dengan Tuhan jauh
·         Pengaruh dari hal-hal yang kita kerjakan : dosa, legalisme
·         Pengaruh dari apa yang kita pikirkan : self sufficiency (merasa diri cukup), sombong, sakithati, nilai2 yang terdistorsi,
·         Pengaruh dari kelemahan pribadi : kurang pengertian, kurang pemeliharaan (nourishment), kurang berbagi, kurang seimbang dalam hal-hal yang dilakukan, kurang komitmen, tidak mengadalkan Roh Kudus
·         Pengaruh dari ketidak sadaran bahwa kita tergabung dalam satu tubuh kristus
·         Pengaruh dari apa yang kita perjuangkan : perlawanan terhadap si jahat
b.    Dari Luar:
·         Pengaruh dari rupa-rupa angin pengajaran
·         Pengaruh dari berbagai nilai2 dunia
·         Pengaruh dari tekanan hidup (krisis multidimensi)
VI. Cara mengatasi hambatan:
  1. Menyadari keadaan diri pribadi
  2. Bertobat jika bersalah
  3. Mentaati Firman Allah
  4. Mengutamakan Kristus sebagai Tuhan
  5. Membangun tim u/ bersama-sama bertumbuh/punya partner rohani


VII. Peran
a.    Peran bersama
·         Pengurus saling menopang dalam pertumbuhannya
·         Pengurus mendemonstrasikan kehidupan jemaat mula-mula
·         dll
b.    Peran pribadi
·         Keterbukaan
·         Kemauan untuk belajar & bertanya dengan yang lebih senior
·         Dll

Daftar Pustaka:
Gary R. Collins Ph.D., Christian Counseling,1980, Word Book
Siang-Yang Tan &Douglas H Gregg, The Disciplines of the Holy Spirit, 1997, Zondervan