Beberapa video inspiring pemimpin bangsa ini....
Walikota Bandung http://www.youtube.com/watch?v=GAMk4GakBzg
Walikota Surabaya http://www.youtube.com/watch?v=x2FSyq1EcLA
Gubernur Jakarta:Jokowi, Mantan Wapres: JK, Rektor Paramadina: Anis Baswedan, Gubernur Jateng: Ganjar, Ketua KPK: Abraham Samad http://www.youtube.com/watch?v=B47KQ6RNJtg
Minggu, 23 Februari 2014
Rabu, 22 Januari 2014
LIRIK MINE - PETRA SIHOMBING ft. BEN SIHOMBING
Girl your heart, girl your face
is so different from them others
I say, you're the only one that I'll adore
Cos everytime you're by my side
My blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly oo yeah, oyeah
And I want to make you mine
Reff :
Oh baby I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I
And we'll be together till we die
Our love will last forever
and forever you'll be mine, you'll be mine
Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind
I'll say, you're the only
one that I've waited for
Kamis, 16 Januari 2014
Tulisan diawal tahun 2014.. semangaaaaaadhhh.....
Tulisan di Grup KTB Gratia----tertanggal 09 Januari
Mat tahun baru....
Dua hari ini iseng-iseng membaca buku The Radical Disciples dari John Stott. Kupikir mau menghabiskan beberapa bukuku yang masih terbungkus plastik dengan rapi di dalam lemari. Eh ternyata bisa selesai dalam 2 hari. (penekanan 2 hari----kek sombong di'---- hahahaha).Menarik dikatakan di buku itu kira-kira seperti ini. Gereja dan keKristenan di Asia saat ini mengalami perkembangan secara kuantitas dibandingkan di Eropa. Secara jumlah banyak dan berkembang, dimana-mana kita melihat gereja menjamur namun tidak mengalami kedalaman relasi. (Di buku itu dijelaskan tujuan akhir hidup manusia yaitu untuk mengalami DIA).
Mungkin ini bisa jadi refleksi kita bersama di awal tahun 2014 ini. Saya sendiri menyadari diawal tahun banyak pencapaian2 yang tidak tercapai di tahun 2013 yang lalu. Ada beberapa hal yang tidak tercapai : menyelesaikan baca alkitab ternyata baru sampai Kisah Para Rasul, catatan saat teduh ditinggalkan, PA Pribadi tiap sabtu juga tidak dikerjakan. Semua aktivitas pelayanan "mungkin" dikerjakan tapi "mungkin" hasilnya belum maksimal. (Saya katakan mungkin karena kupercaya tidak ada yang sia-sia dikerjakan dalam Tuhan. Cuma hasilnya tidak seperti yang kuharapkan).
"Kedalaman Relasi" itu yang jadi perjuangan kita bersama. Mengerjakan sate, PA Pribadi, de el el karena kesadaran kita sendiri yang merindukan kehadiran Allah. Bukan karena disuruh kakak PA (saya--hehehe), bukan karena kita PKK, atau pelayan di kampus, bukan karena lama ber PA (jadi sepertinya tidak rohani kalau tidak mengerjakan hal tsb diatas).
Kalau hal diatas mau diperbaiaki masih ada kesempatan untuk diperbaiki. Kata Paulus jikalau kita masih hidup bukankah untuk memberi buah. Kalau diibaratkan tanaman, buah tidak akan muncul jikalau batangnya tidak bertumbuh dan kokoh. Tidak berbuah kalau tidak mendapat makanan dari air dan sinar matahari untuk bertumbuh (kek belajar biologi... hehehe). Seprti itulah kita. Tidak akan memberi buah dalam hidup ini kalau tidak punya kedalaman relasi dengan Tuhan.
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Barangsiapa tinggal di dlaam Aku kamu akan berbuah banyak. Sebab diluar AKU, kamu TIDAK DAPAT BEBRBUAT APA-APA"
Bersyukur ada komunitas kita. Namun jadi perenungan pribadi juga apakah saling tegur menegur dsb masih menjadi bagian kita untuk saling "menajamkan" satu sama lain. Selain itu juga untuk menemukan kedalaman relasi satu sama lain. Apakah harus dengan berjalan bersama (baca : refreshing) ? Saya pikir belum tentu dengan cara seperti itu. TIDAK HARUS tapi BISA. Karena seringkali hal tsb hanya seremonial yang insidentiil dan setelah itu semua kembali ke aktivitas semua. Saya pikir kedalaman relasi dengan Tuhan bisa kita peroleh juga melalui kedalaman relasi dengan sesama. Bukankah hukum yang terutama memasukkan 2 bagian ini. Mengasihi Tuhan dan sesama??
Mat merefleksikan diri diawal tahun ini. Mat mengalami pertumbuhan relasi dengan DIA dan dalam komunitas kita.
Selasa, 29 Oktober 2013
Baca Gali Alkitab (BGA)
Baca Gali Alkitab:
Bagaimana melakukannya:
Melalui langkah 6 M:
1. Memuji dan menyembah Tuhan
2. Memohon hikmat
3. Membaca Firman Tuhan
4. Merenungkan (5P):
- Pelajaran Apa yang Engkau ajarkan hari ini?
- Peringatan apakah yang harus saya perhatikan?
- Penghiburan apakah yang Engkau berikan?
- Perintah apa yang harus saya lakukan?
- Panutan apa yang harus saya contoh?
5. Melakukan (4 B)
- Bersyukur
- Bertobat
- Berbuat
- Berdoa
6. Membandingkan dengan bahan renungan & membagikan kepada orang lain baik melalui sharing atau sms.
Contoh:
A. Bahan Alkitab : Amsal 1:1-7
B. Membaca:
- Ayat 1: Amsal ditulis oleh raja Salomo, anak Daud
- Kegunaan amsal Salomo:
- Ayat 2: Mengetahui hikmat dan didikan
- Ayat 2: Mengetahui kata-kata yang bermakna
- Ayat 3:Menerima didikan yang menjadikan pandai, benar, adil dan jujur
- Ayat 4:Memberi kecerdasan kepada yang tak berpengalaman dan kebijaksanaan kepada orang muda
- Ayat 5-6: Orang yang sudah bijak pun dapat belajar dari amsal untuk menambah ilmu dan wawasan
- Ayat 7:Awal mula pengetahuan adalah takut akan Allah sementara orang bodoh tidak menyukai didikan
C. Merenungkan:
- Pelajaran: Penting belajar dari kitab Amsal agar kita dapat menggali hikmat didalamnya dan Hikmat berasal dari takut akan Tuhan.
- Peringatan : Orang yang bodoh tidak menyukai hikmat dan didikan sebaliknya orang yang berhikmat adalah orang yang tidak pernah mau berhenti dan malu untuk belajar.
- Penghiburan:-
- Perintah : belajar Firman Tuhan
- Panutan: Salomo yang mau belajar dan takut Tuhan sehingga berhikmat
D. Melakukan:
- Bersyukur : -
- Bertobat : Kalau selama ini tidak mau mendengar pengajaran dan didikan dari Firman Tuhan dan orang lain
- Berbuat : Mau belajar dari kitab Amsal agar berhikmat
- Berdoa: Supaya Tuhan memberikan hikmat untuk menjalani hidup ini
Senin, 23 September 2013
Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.
(Mz 121:1-6)
Akhir-akhir ini kita banyak mendengar berita yang cukup meresahkan. Mulai dengan krisis keuangan negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Nilai tukar rupiah kembali melemah disekitaran harga Rp. 11.190,-. Sehingga terjadi kenaikan harga-harga barang, para investor ragu untuk menanamkan sahamnya. Produksi pertanian seperti misalnya kedelai juga mengalami penurunan sehingga sejumlah pengusaha makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tahu dan tempe terancam merugi. Belum lagi dengan pilkada di sejumlah daerah termasuk pemilihan walikota di Makassar yang akan dilaksanakan tanggal 18 September mendatang dan pemilihan Calon Presiden dan wakil Presiden 2014. Masa-masa kampanye dimana sejumlah elite politik menawarkan perubahan yang lebih baik bagi masyarkat diumbar ke masyarakat. Sejumlah besar masyarakat Indonesia sedang dilanda pada sejumlah kebingungan, siapa yang akan dipilih kedepan untuk Indonesia yang lebih baik?
Mz 121. Ini merupakan nyanyian ziarah. Kondisi nyanyian ini menceritakan perjalanan bangsa Israel. Sudah menjadi kebiasaan tahunan orang Israel dari segala penjuru untuk berziarah ke Yerusalem untuk mereka merayakan Hari Besar agama. Lagu ini dinyanyikan saat orang-orang Israel akan berangkat dari Yerusalem menuju ke rumah masing-masing. Di dalam perjalanan ini, setiap perantau harus melalui gunung-gunung. Dan perjalanan ini mengandung resiko karena harus berhadapan dengan para perompak di jalan. Di gunung-gunung yang akan mereka lewati merupakan tempat penyembahan berhala, terdapat banyak masalah seperti binatang buas dan perompak. Sehingga pemazmur berkata: Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? .
Di tengah-tengah bahaya seperti itu pemazmur tahu kemana untuk mengharapkan pertolongan. Yaitu kepada Tuhan itu sendiri. Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ayat (2). Ditengah-tengah pergumulan ketidakpastian ekonomi dan politik ini, kita bersama-sama datang berseru kepada Tuhan meyakini dan berserah bahwa Tuhan-lah sumber pertolongan kita.
Ketika membaca Mazmur 121:1-6 ini, kita melihat ada 6 kali kata jaga, baik Penjaga dan menjaga diulang. Ada 4 alasan mengapa pemazmur berharap pada Tuhan:
· Ayat 3-4: Ia takkan membiarkan kakimu goyah. Penjagamu tidak akan terlelap. Hal ini dikatakan karena zaman dulu ada kecenderungan allah/dewa bangsa-bangsa lain untuk istirahat. Misalkan dewa kesuburan akan istirahat di musim dingin. Tetapi Allah Israel tidak akan terlelap.
· Ayat 5-6: Ia menjadi Penjaga. Ini gambaran seperti Kerub=Malaikat yang dibuat menaungi Tabut Suci. Allah akan menaungi mereka dari panas matahari diwaktu siang dan malam hari. Kondisi cuaca siang hari bisa menyebabkan radang otak dan panas tinggi. Sedangkan menurut keyakinan kuno sinar bulan purnama bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental-sekalipun belum ada riset yang membuktikan hal tersebut.
· Ayat 7: Ia akan menjaga nyawa dari segala kecelakaan. Sehingga tidak ada alasan bahwa mereka tidak akan datang ke Yerusalem.
· Ayat 8: seperti Ia menyertai mereka memasuki Yerusalem. Ia juga akan menyertai perjalanan mereka kembali. Begitu juga dengan tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya.
Dari perenungan ini dapat ditarik kesimpulan bersama bahwa ditengah pergumulan ketidakpastian kondisi disekitar kita, mari datang kepada Tuhan karena Tuhanlah sang Penjaga dan yang akan menjaga kita. Tidak hanya pergumulan di saat ini, tetapi juga pergumulan kita esok dan sampai selama-lamanya karena IA pasti menjadi Penjaga dan akan menjaga kita.
bagi bangsa ini kami berdiri dan membawa doa kami kepada-Mu
Kutipan pidato Bung Karno di UI pada tanggal 07 Mei 1953:
"Kalau kita mendirikan negara berdasarkan Islam, banyak daerah yang penduduknya bukan Muslim seperti Maluku, Bali, Flores, Timor, Kepulauan Kei, dan Sulawesi, akan memisahkan diri.
Dan Irian Barat yang belum menjadi bagian wilayah Indonesia, tidak ingin menjadi bagian Republik. Bukan satu, bukan tiga, bukan ratusan, tapi ribuan orang Kristen gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Apa yang diinginkan dari harapan umat Kristen? Haruskah kita tidak menghargai pengorbanan mereka? Harapan mereka bersama-sama menjadi anggota dari rakyat Indonesia yang merdeka dan bersatu. Jangan pakai kata-kata "minoritas", jangan sekalipun!
Umat Kristen tak ingin disebut "minoritas". kita tidak ingin berjuang untuk menyebutnya minoritas. Orang Kristen berkata: "Kami tidak berjuang untuk anak kami disebut minoritas. Apakah itu yang kalian inginkan? Apa yang diinginkan setiap org adalah menjadi warga negara dari NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
Itu sama dengan saya, ulama, dengan anak-anak muda, dengan para pejabat, setiap orang tanpa kecuali: setiap orang ingin menjadi warga negara REPUBLIK INDONESIA, setiap orang, tanpa memandang minoritas atau mayoritas."
Ini berarti bahwa orang Kristen merupakan bagian dari bangsa ini. Menjadi garam dan memancarkan terang dalam konteks kebangsaan kita. Sehingga lirik pujian ini mendarat di hati nurani orang Nasrani di bangsa ini agarTuhan dimuliakan:
Syukur untuk setiap
rencana-mu
dan rancangan-Mu yang mulia
dalam satu tubuh kami bersatu
menjadi duta kerajaan-Mu
dan rancangan-Mu yang mulia
dalam satu tubuh kami bersatu
menjadi duta kerajaan-Mu
kuucapkan berkat atas indonesia
biar kemuliaan Tuhan akan nyata
biar kemuliaan Tuhan akan nyata
Reff:
bagi bangsa ini kami berdiri
dan membawa doa kami kepada-Mu
sesuatu yang besar pasti terjadi
dan mengubahkan negeri kami
hanya nama-Mu Tuhan ditinggikan
atas seluruh bumi
bagi bangsa ini kami berdiri
dan membawa doa kami kepada-Mu
sesuatu yang besar pasti terjadi
dan mengubahkan negeri kami
hanya nama-Mu Tuhan ditinggikan
atas seluruh bumi
Kami rindu melihat
Indonesia
pulih dari semua problema
hidup dalam jalan kebenaran-Mu
pancarkan terang kemuliaan-Mu
pulih dari semua problema
hidup dalam jalan kebenaran-Mu
pancarkan terang kemuliaan-Mu
Kami tahu hati-mu
ada di bangsa ini
ada di bangsa ini
Sabtu, 22 Juni 2013
Mempersembahkan Tubuh dan Akal Budi
Seringkali
kita diperhadapkan pada pilihan dan harus mengambil keputusan. Sebagai
anak Tuhan seringkali kita diperhadapkan pada sejumlah pertanyaan apakah ini
sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak? Namun Firman Tuhan menolong kita untuk
bisa menemukan prinsip-prinsipnya.
Roma
12:1-2
“Karena
itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang
berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi
serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga
kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan
kepada Allah dan yang sempurna.”
Dari
bagian Firman Tuhan diatas, penulis menemukan ada 2 prinsip dasar untuk
menemukan kehendak Tuhan.
MEMPERSEMBAHKAN
TUBUH
Seringkali
kita kuatir dengan banyak hal dan itu membuat kita sulit untuk menemukan
kehendak Tuhan. Hal pertama yang perlu untuk dilakukan adalah mempersembahkan
tubuh. Tubuh yang dimaksud adalah keseluruhan hidup kita yang dipercayakan
sepenuhnya pada Tuhan. Ada jaminan dari Bapa kita dalam Yoh 10:28-30: dan Aku
memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai
selama-lamanya dan seorangpun tidak akan dapat merebut mereka dari tanganKu.
BapaKu yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan
seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah
satu.
Ini
merupakan ja-minan bahwa Allah akan memelihara hidup kita dan yang dapat
memberikan hal itu hanyalah Kristus. Sehingga kita harus menerima DIA sebagai
Tuhan atas seluruh hidup kita. Mungkin kita bisa merefleksikan bagian ini. Apa
yang membuat kita kadang-kadang menjadi kuatir? Sudahkah kita menyerahkan
tubuh/hidup kita kepada Tuhan?
PEMBAHARUAN
BUDI
Selanjutnya
dalam ayat 2 dikatakan: “berubahlah oleh pembaharuan budimu,”. Versi KJV
dikatakan “transformed by the renewing of your mind,”
Perhatikan
bahwa agar kita bisa membedakan yang mana kehendak Allah pikiran kita harus
mengalami pembaharuan budi. Kata ini berbentuk present tense yang berarti harus
dikerjakan secara terus menerus dan pembaharuan budi ini akan terus kita alami
jika diisi oleh pikiran dan perasaan Kristus.(Bdk juga Fil 2:5 “Hendaklah kamu
dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam
Kristus Yesus.)
Pikiran
dan perasaan Kristus itu kita dapatkan dari Firman Tuhan. Hati yang melekat
pada FirmanNya. Pembaharuan budi adalah proses yang terus berlangsung sepanjang
hidup dan perlu untuk diperjuangkan dengan ketaatan untuk melakukan FirmanNya.
Ketika tubuh kita sudah diserahkan kepada Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan
mengubahkan cara pandang dan pola pikir terhadap segala sesuatu. Sehingga,
kalau pikiran kita telah dibaharui maka Firman Tuhan berkata : sehingga kamu
dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada
Allah dan yang sempurna.
Penulis
: Yoel Setiawan
(Staf
Perkantas Makassar)
Langganan:
Postingan (Atom)


