Minggu, 09 Juli 2017
Setia dengan perkara kecil
Kerjasama diantara Pemerintah Desa penting
Gara-gara WVI, tahu perlindungan anak
“BAHAGIA ANAK-ANAK, BAHAGIA PAK UTUT”
Selasa, 06 Juni 2017
Surat seorang anak untuk ibu
Pontianak, 070617
Pagi ini dalam perjalanan menuju ambawang kumainkan jari jemariku untuk membuka facebook sambil sesekali melayangkan pandang ke jendela berharap bisa tiba sesegera mungkin karena perutku sedang tidak bersahabat dengan perjalanan ini.
Sambil sesekali tertawa kecil melihat postingan lucu di facebook kawan, melihat aktivitas rekan2 sekerja di kabupaten lain yang luar biasa mendedikasikan dirinya untuk anak-anak dan masyarakat. Tiba-tiba rasa penasaran pun menyeruak ketika membaca postingan ini.
Bulan 3, tanggal 8, hari Selasa. Ini adalah hari ibu.
Hari ini aku ingin berterima kasih pada mama, setiap hari sangat sibuk dan bersusah payah.
Awalnya, aku ingin bercerita pada mama, tapi sepertinya mama tidak begitu suka mendengar cerita ku. Terus menatap HPnya. Ini membuat aku sedih. Aku berpikir, mungkin dengan memberikan ucapan-ucapan selamat, mama akan lebih senang.
Jadi, aku mengucapkan selamat hari ibu pada mama, namun mama tetap saja melihat HPnya. Aku semakin sedih lagi. Alu berpikir, cara ini pun tak berhasil, aku coba memijat punggung mama.
Saat mulai memijat punggung, aku berusaha sekuat tenaga, tapi mama tetap saja mama melihat HPnya. Diwajahnya tak ada senyuman. Aku semakin sedih lagi, bersiap mencuci kaki mama ku.
Setelah mencuci kakinya, mama akhirnya tidak melihat HP lagi, hatiku sedikit senang. Aku berusaha mencuci sebaik mungkin. Setelah selesai, aku berharap mendapat sedikit pujian, namun mama malah mengatakan, 'hari ini cuci kakinya lumayan, disiram sedikit lagi sudah boleh." lalu mama keluar dari kamar, sebelum menutup pintu, tidak lupa ia mengatakan, 'jangan lupa menulis diari'.
Inilah cerita sedih ku melewati hari ibu."
Sedih namun inilah realita yang tulus diungkapkan seorang anak tetapi juga sudah menjadi hal yang lumrah di zaman ini.
Kita tidak bisa serta merta juga menyalahkan teknologi komunikasi karena zaman ini akan terus bergerak. Bagaimana kita menyikapinya? Pilihan ada di tangan Anda.
Jumat, 11 November 2016
ToT Pengerja Gereja
Pekerja yang sederhana...
Diskusi yang sederhana...
Revolusi Mental dan Budaya dimulai dari Keluarga
Gereja dalam Transformasi Budaya
Jumat, 07 Agustus 2015
Festival Praktik Cerdas: Kontribusi Peningkatan Indeks Peningkatan Manusia Kalbar
Berakhir sudah perhelatan akbar Festival Praktik Cerdas kerjasama Wahana Visi Indonesia dengan Bappeda Propinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada tanggal 04-05 Agustus 2015 di hotel Kapuas Palace, Pontianak. Kegiatan ini menampilkan praktik-praktik cerdas yang telah dilaksanakan di 11 Kabupaten Kota di Kalbar dan memberi dampak bagi anak, keluarga, dan masyarakat. Jumat, 19 Juni 2015
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dari Landak
Hymne Guru
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sbagai prasasti trima kasihmu tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa
Senin, 25 Mei 2015
TIDAK DIPERHITUNGKAN
Banyak mujizat-mujizat penyembuhan yang telah dikerjakan oleh
Yesus yang membuat banyak orang berbondong-bondong ingin mengikut Dia. Yang
terdata mengikut Yesus saat itu ada kira-kira 5000 orang laki-laki, belum
termasuk perempuan dan anak-anak (ay.10) untuk mendengarkan pengajaran Yesus
dan memerlukan penyembuhan (Luk 9:11). Masalah hadir ketika hari mulai malam,
waktunya untuk makan malam-lagipula dalam versi Lukas 9:12 daerah ini adalah daerah
yang sunyi. Tidak ada orang yang ingin kelaparan, bukan?. Agar orang yang banyak itu dapat makan, maka murid
menyarankan Yesus untuk menyuruh orang banyak itu pergi ke perkampungan
terdekat untuk masing-masing membeli makanan. Para murid juga tidak memiliki
cukup uang untuk orang sebanyak itu (ay.7). Dari kumpulan orang yang hadir saat
itu ada seorang anak yang memiliki 5 roti jelai dan 2 ekor ikan yang menurut
hitungan matematika tidak akan mungkin cukup untuk orang sebanyak itu. Diluar
dugaan, 5 roti jelai dan 2 ekor ikan mampu mengenyangkan semua orang yang ada
saat itu bahkan setelah dikumpulkan potongan-potongan roti tersebut didapati
kelebihan penuh 12 bakul.DOA YANG DIGERAKKAN OLEH BELAS KASIH
KEHADIRAN SAHABAT
MENJADI BERKAT BAGI SUKU BANGSA
“BERBICARALAH, SEBAB HAMBAMU INI MENDENGAR”
Senin, 18 Mei 2015
Pertama kalinya: Naik Sampan tak terpublikasi
Rabu, 29 April 2015
Kelompok Belajar Anak, Ds Pantok Nanga Taman, Sekadau

Penyuluhan Narkoba, 24-25 Maret 2015
Hari ini mengikuti penyuluhan narkoba untuk anak-anak kelas 4-6 SD di salah satu sekolah. Pesertanya kurang lebih 200 org dan anak-anak ini sulit untuk diam mendengarkan pemateri dari BNN, Puskesmas, dan ktr Polisi (maklumlah anak-anak SD). Ada pula yang berkelahi saat materi--salah satu kekacauan dari anak2 ini.25 Maret 2015
Penyuluhan bahaya narkoba di sekolah yg lain. Kali ini murid-muridnya lebih tenang dan teratur karena tim dr puskesmas, BNN, polisi, wvi lebih banyak dr kmrn. Kelas pun dibagi 2 bgn spy lebih mudah prosesnya. Dengan peserta 160 an org anak. Banyak jajanan murah di jajakan ternyata mengandung narkoba. Kata polisi ngelem jg menjadi brg yg murah bg anak2 krn patungan utk membelinya. Inilah secuil gambaran mereka penerus bgs ini kelak. Pedulikan mereka. #untuk Indonesia yg lebih baik.
Kamis, 19 Maret 2015
Kisah ke Gunung Benoa
Hr ini mengunjungi gunung benoa-ADP Kubu Raya. Sekitar sejam perjalanan darat dgn kecepatan 80-100 km/jam. Anak2 di daerah ini tdk mendapat pendidikan yg layak. Tiap hr berjalan kaki 14 km pp utk sekolah tp gurunya hanya mengajar 3 jam. Untuk itu, masyarakat setempat membuat kelompok belajar di daerah ini. NampHr ini mengunjungi gunung benoa. Sekitar sejam perjalanan darat dgn kecepatan 80-100 km/jam. Anak2 di daerah ini tdk mendapat pendidikan yg layak. Tiap hr berjalan kaki 14 km pp utk sekolah tp gurunya hanya mengajar 3 jam. Masyarakat setempat membuat kelompok belajar di daerah ini. Anak2 ini, sekalipun jauh dan panas terik berjalan kaki tetap antusias utk belajar. Dengan tenaga pengajar hanya 4 org yg terdiri dari ibu rumah tangga, bangunan fisik seadanya, serta perlengkapan yg terbatas mereka mengajar 90 org anak. Kesempatan ini mengajak mitra meninjau daerah ini utk membantu mnjd tenaga pengajar. #160315
Sepenggal kisah survey manajemen keuangan masyarakat menyusuri desa Lingga
Sekarang, di desa ini sekalipun beberapa orang tua mereka buta huruf namun anak-anak mereka bisa merasakan hidup yang lebih 









